Semerbak Kasturi

"Sesungguhnya orang-orang berbakti benar-benar berada di dalam (syurga yang penuh) kenikmatan, mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni(tidak memabukkan)yang tempatnya masih dilak (disegel), laknya dari KASTURI. Dan yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.
(Al-Mutaffifin: 22 - 27)

Monday, 16 January 2012

Rintihan Perantau...



Aku rindu zaman ketika usrah adalah kenikmatan,
bukan sekedar sambilan apalagi hiburan …

Aku rindu zaman ketika membina masyarakat adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …

Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan …

Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi kecurigaan …

Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan obyekan ...

Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan
bukan su’udzhon atau menjatuhkan …

Aku rindu zaman ketika kita semua
memberikan segalanya untuk da’wah ini …

Aku rindu zaman ketika nasyid Ghuroba
menjadi lagu keseharian…

Aku rindu zaman ketika hadir liqo adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …

Aku rindu zaman ketika malam gerimis
pergi ke Puncak mengisi dauroh
dengan ongkos terbatas
dan peta tak jelas …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh da’wah di desa sebelah …

Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis, buku catatan
dan Qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …

Aku rindu zaman ketika binaan menangis
karena tak bisa hadir di liqo …

Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di Shubuh harinya …

Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah
berangkat liqo dengan uang belanja esok hari untuk keluarganya …

Aku rindu zaman ketika seorang Murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya …

Aku rindu zaman itu …

Ya Robb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati kami …

Ya Robb …
Karuniakanlah kpd kami, keistiqomahan di jalan da’wah ini

Nukilan:
Mohamad Tunggul
Riyadh

No comments: